Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari
perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut
yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?” Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”. “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. “Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir bersamaan. “Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang.
Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.” Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangka n sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.” Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja?
Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen
ladang pertanian kita.”
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. ” Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.” Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.” Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?” Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar.
Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”
Thursday, June 16, 2011
“SAAT JIWA TERANGKAT”
“SAAT JIWA TERANGKAT”
Aku adalah Pangeran
Saat sang bidadari menyebut namaku dengan bibirnya yang senantisa basah
dengan segala air kebaikan, air kehidupan. Suaranya terlalu indah untuk
didengar oleh telinga yang terkadang tuli mendengar ayat-ayat Tuhan,
terlalu merdu untuk dibandingkan dengan petikan harfa sang dewi
bersayap putih penghibur para dewa.
Aku adalah Raja
Kala bidadari melayaniku dengan tangannya yang terlalu indah oleh mata
yang senantiasa melihat dan mengintip kejelekan orang lain. Jarinya
terlalu lembut untuk kusentuh dan kuciumi, sementara hidungku terlalu
kotor dengan segala sampah kehidupan yang menggodaku dengan
topeng-topeng kulit kedondong yang menipu.
Bidadariku berkata
“Engkau adalah harapan yang menjadi kenyataan, kau adalah jelmaan
mimpi-mimpi malamku yang senantiasa menyelimuti kesendirianku dimasa
lalu. Kau adalah kenyataan, kau adalah takdir kau adalah pelita dalam
hitamnya sosok-sosok hantu malam tatkala mereka membisikan
doktrin-doktrin bertiraikan keindahan dunia yang dibumbui
kamuflase-kamuflase sandiwara dongengan-dongengan orang putus asa. Kau
adalah penyangga kokohnya hati dalam cinta, saat angin meniup daun
bunga mawar merah dan menebarkan kotoran dan debu-debu ke atas mahkota
bunganya, tapi tangkaimu tetap teguh meski terkadang goyah oleh badai
yang terlalu kuat untuk kau hadapi sebagai manusia biasa atas
godaan-godaan.”
Dan aku adalah Ksatria
Saat sang bidadari jatuh dan kuraih sebagai asset dari semua
mimpi-mimpi dan harapan-harapan. Saat dia jatuh termakan buaian-buaian
dunia, jatuh kedalam jurang keputus-asaan, jatuh dari tebing yang
terlalu tinggi atas kemewahan harta dan tahta. Jatuh dan terhempas dari
nikmat dan indahnya sebuah keimanan. Lalu kuhibur dia dengan apa yang
telah kudengar dari orang-orang pembawa kebenaran, tentang kehidupan
dan kematian yang jaraknya tidak lebih tebal dari sehelai rambut yang
dibagi tujuh, tentang kebenaran dan kebathilan yang jaraknya bagaikan
timur dan barat, tatkala barat kauhadapi maka timur kau belakangi dan
jika tubuhmu terputar maka sebaliknya timur kau hadapi niscaya barat
kau belakangi. Dan tatkala takdir kenyataan terhempas dari sadarmu
niscaya jatuhlah segalanya.Sang Bidadari tahu bahwa dia adalah sebuah
objek tuhan yang harus senantiasa mengingat atas penciptanya, meski
terkadang dia berkata “Aku adalah aku”
Aku adalah Pangeran
Saat sang bidadari menyebut namaku dengan bibirnya yang senantisa basah
dengan segala air kebaikan, air kehidupan. Suaranya terlalu indah untuk
didengar oleh telinga yang terkadang tuli mendengar ayat-ayat Tuhan,
terlalu merdu untuk dibandingkan dengan petikan harfa sang dewi
bersayap putih penghibur para dewa.
Aku adalah Raja
Kala bidadari melayaniku dengan tangannya yang terlalu indah oleh mata
yang senantiasa melihat dan mengintip kejelekan orang lain. Jarinya
terlalu lembut untuk kusentuh dan kuciumi, sementara hidungku terlalu
kotor dengan segala sampah kehidupan yang menggodaku dengan
topeng-topeng kulit kedondong yang menipu.
Bidadariku berkata
“Engkau adalah harapan yang menjadi kenyataan, kau adalah jelmaan
mimpi-mimpi malamku yang senantiasa menyelimuti kesendirianku dimasa
lalu. Kau adalah kenyataan, kau adalah takdir kau adalah pelita dalam
hitamnya sosok-sosok hantu malam tatkala mereka membisikan
doktrin-doktrin bertiraikan keindahan dunia yang dibumbui
kamuflase-kamuflase sandiwara dongengan-dongengan orang putus asa. Kau
adalah penyangga kokohnya hati dalam cinta, saat angin meniup daun
bunga mawar merah dan menebarkan kotoran dan debu-debu ke atas mahkota
bunganya, tapi tangkaimu tetap teguh meski terkadang goyah oleh badai
yang terlalu kuat untuk kau hadapi sebagai manusia biasa atas
godaan-godaan.”
Dan aku adalah Ksatria
Saat sang bidadari jatuh dan kuraih sebagai asset dari semua
mimpi-mimpi dan harapan-harapan. Saat dia jatuh termakan buaian-buaian
dunia, jatuh kedalam jurang keputus-asaan, jatuh dari tebing yang
terlalu tinggi atas kemewahan harta dan tahta. Jatuh dan terhempas dari
nikmat dan indahnya sebuah keimanan. Lalu kuhibur dia dengan apa yang
telah kudengar dari orang-orang pembawa kebenaran, tentang kehidupan
dan kematian yang jaraknya tidak lebih tebal dari sehelai rambut yang
dibagi tujuh, tentang kebenaran dan kebathilan yang jaraknya bagaikan
timur dan barat, tatkala barat kauhadapi maka timur kau belakangi dan
jika tubuhmu terputar maka sebaliknya timur kau hadapi niscaya barat
kau belakangi. Dan tatkala takdir kenyataan terhempas dari sadarmu
niscaya jatuhlah segalanya.Sang Bidadari tahu bahwa dia adalah sebuah
objek tuhan yang harus senantiasa mengingat atas penciptanya, meski
terkadang dia berkata “Aku adalah aku”
CERITAKAN PADA DUNIA UNTUKKU
CERITAKAN PADA DUNIA UNTUKKU
Posted by John Powell, S.j. on 2007-11-15 [ print artikel ini | beritahu teman | dilihat 1496 kali ]
Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.
Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.
Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa
pamrih.
Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, "Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?"
Tidak," jawabku dengan sungguh-sungguh.
"Oh," sahutnya.
"Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan Tuhan."
Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil.
"Saya rasa kamu tak akan pe rnah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu. "
Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.
Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud kata-kataku.
Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.
Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi.
Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. "Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?" tanyaku langsung. "Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi."
"Kamu mau membicarakan itu?"
"Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?"
"Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?"
Jawabnya, "Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang 'utama' dalam hidup ini."
Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku.
"Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh.
"Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya",
Tommy melanjutkan "dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan.
Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga.
Tapi tak terjadi apa pun.."
Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu."
"Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting," lanjut Tommy. "Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka.
Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit : ayah saya.
Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya.
"Pa, aku ingin bicara." "Bicara saja." "Pa, ini penting sekali."
Korannya turun perlahan 8 cm. " Ada apa?" "Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu." Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu.
"Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku.
Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya."
"Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah," sambung Tommy. "Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.
"Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya. "
"Tommy," aku tersedak,
"Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih."
"Tommy," saya menambahkan, "boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?"
Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan.
Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali.
Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak," katanya.
"Saya tahu, Tommy."
"Maukah Bapak menceritakannya untuk saya?
Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?"
"Ya, Tommy. Saya akan melakukannya. "
Posted by John Powell, S.j. on 2007-11-15 [ print artikel ini | beritahu teman | dilihat 1496 kali ]
Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.
Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.
Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa
pamrih.
Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, "Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?"
Tidak," jawabku dengan sungguh-sungguh.
"Oh," sahutnya.
"Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan Tuhan."
Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil.
"Saya rasa kamu tak akan pe rnah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu. "
Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.
Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud kata-kataku.
Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.
Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi.
Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. "Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?" tanyaku langsung. "Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi."
"Kamu mau membicarakan itu?"
"Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?"
"Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?"
Jawabnya, "Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang 'utama' dalam hidup ini."
Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku.
"Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh.
"Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya",
Tommy melanjutkan "dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan.
Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga.
Tapi tak terjadi apa pun.."
Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu."
"Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting," lanjut Tommy. "Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka.
Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit : ayah saya.
Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya.
"Pa, aku ingin bicara." "Bicara saja." "Pa, ini penting sekali."
Korannya turun perlahan 8 cm. " Ada apa?" "Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu." Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu.
"Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku.
Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya."
"Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah," sambung Tommy. "Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.
"Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya. "
"Tommy," aku tersedak,
"Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih."
"Tommy," saya menambahkan, "boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?"
Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan.
Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali.
Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak," katanya.
"Saya tahu, Tommy."
"Maukah Bapak menceritakannya untuk saya?
Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?"
"Ya, Tommy. Saya akan melakukannya. "
Friday, January 14, 2011
Memecahkan Rekor
Memecahkan Rekor
repost
Setiap orang yang berhasrat besar untuk menjadi manusia yang lebih baik perlu merenungkan kata-kata Stuart B. Johnson berikut
ini: “Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.”
Dalam era hiper kompetisi dewasa ini, bagaimana kita memahami kalimat yang demikian itu? Bukankah kita harus bersaing dengan orang lain, dengan siapa saja yang berusaha mengalahkan kita? Jika demikian cara berpikir kita, maka cerita yang dikirim seorang kawan berikut ini mungkin menarik untuk menjadi bahan renungan.
LOMPATAN SI BELALANG…. .
Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi di antara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah
dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi ke sana.
Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut. Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut. Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu. Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar. Belalang itu bertanya kepada anjing, “Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan di sini?”
“Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini,” jawab anjing dengan
sombongnya.
Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda. Dia lalu berkata lagi, “Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita.”
“Baik,” jawab si anjing. “Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut.”
Keduanya lalu berbarengan menuju ke pagar tersebut. Kesempatan pertama adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar yang setinggi orang dewasa tersebut. Kesempatan berikutnya adalah si belalang muda. Dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. Namun, ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut, dan kemudian belalang itu jatuh kembali ke tempatnya semula. Dia lalu mencoba melompat lagi dan melompat lagi, namun ternyata gagal pula.
Si anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata, “Nah, belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang? Kamu sudah kalah.”
“Belum,” jawab si belalang. “Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan. Beranikah kamu sekarang jika saya yang menentukan
tantangan kedua?”
“Apa pun tantangan itu, aku siap,” tukas si anjing.
Belalang lalu berkata lagi, “Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba melompat di tempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, tapi diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya.”
Anjing kembali yang mencoba pertama kali. Dari hasil lompatannya, ternyata anjing berhasil melompat setinggi empat kali tinggi
tubuhnya. Berikutnya adalah giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi setengah dari lompatan anjing, namun ketinggian
lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Dan belalang pun menjadi pemenang untuk lomba yang kedua ini. Kali ini anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum.
“Hebat. Kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi pemenangnya belum ada. Kita masih harus mengadakan lomba ketiga,” kata si anjing.
“Tidak perlu,” jawab si belalang. “Karena, pada dasarnya pemenang dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standar perlombaannya. Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan standar perlombaannya dan kamu yang menang. Demikian pula lomba kedua saya yang menentukan, saya pula yang menang.” “Intinya adalah, kamu dan saya mempunyai potensi dan standar yang berbeda tentang kemenangan. Adalah tidak bijaksana membandingkan potensi kita dengan
yang lain. Kemenangan sejati adalah ketika dengan potensi yang kamu miliki, kamu bisa melampaui standar dirimu sendiri. Iya nggak sih?”
Cerita sederhana di atas pernah membuat saya malu pada diri sendiri. Ketika masih berumur awal 30-an tahun, betapa sering saya membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain. Membandingkan antara profesi saya dengan profesi si Anu, antara pendapatan saya dan pendapatan si Banu, antara mobil saya dengan mobil si Danu, antara kesuksesan saya dengan kesuksesan si Danu, dan seterusnya. Hasilnya? Ada kalanya muncul perasaan-perasaan negatif, seperti iri hati atau kecewa pada diri sendiri, yang menganiaya rasa syukur atas kehidupan. Namun kala yang lain muncul juga semacam motivasi untuk bisa lebih maju dan
berusaha lebih tekun agar bisa melampaui orang lain (pesaing?).
Belakangan, saya menemukan cara bersaing yang lebih cocok untuk diri sendiri. Saya mulai mengukur kemajuan saya tahun ini berdasarkan prestasi saya tahun kemarin. Saya tetapkan bahwa tahun ini saya harus lebih sehat dari tahun kemarin; pendapatan dan sumbangan tahun ini diupayakan lebih tinggi dari tahun lalu; pengetahuan yang disebarkan tahun ini ditingkatkan dari tahun silam; relasi dan tali silahturahmi juga direntangkan lebih lebar; kualitas ibadah diperdalam; perbuatan baik dipersering; dan seterusnya. Dengan cara ini, saya ternyata lebih mampu mengatasi penyakit-penyakit seperti iri hati, dengki, dan rasa kecewa pada diri. Berlomba untuk memecahkan rekor pribadi yang baru, melampaui rekor yang tercapai di masa lalu, ternyata
menimbulkan keasyikan dan rasa syukur yang membahagiakan.
Mungkin benar kata orang bijak dulu: kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, melainkan kemenangan atas hawa nafsu diri sendiri. Setujukah?
repost
Setiap orang yang berhasrat besar untuk menjadi manusia yang lebih baik perlu merenungkan kata-kata Stuart B. Johnson berikut
ini: “Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.”
Dalam era hiper kompetisi dewasa ini, bagaimana kita memahami kalimat yang demikian itu? Bukankah kita harus bersaing dengan orang lain, dengan siapa saja yang berusaha mengalahkan kita? Jika demikian cara berpikir kita, maka cerita yang dikirim seorang kawan berikut ini mungkin menarik untuk menjadi bahan renungan.
LOMPATAN SI BELALANG…. .
Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi di antara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah
dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi ke sana.
Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut. Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut. Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu. Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar. Belalang itu bertanya kepada anjing, “Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan di sini?”
“Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini,” jawab anjing dengan
sombongnya.
Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda. Dia lalu berkata lagi, “Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita.”
“Baik,” jawab si anjing. “Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut.”
Keduanya lalu berbarengan menuju ke pagar tersebut. Kesempatan pertama adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar yang setinggi orang dewasa tersebut. Kesempatan berikutnya adalah si belalang muda. Dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. Namun, ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut, dan kemudian belalang itu jatuh kembali ke tempatnya semula. Dia lalu mencoba melompat lagi dan melompat lagi, namun ternyata gagal pula.
Si anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata, “Nah, belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang? Kamu sudah kalah.”
“Belum,” jawab si belalang. “Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan. Beranikah kamu sekarang jika saya yang menentukan
tantangan kedua?”
“Apa pun tantangan itu, aku siap,” tukas si anjing.
Belalang lalu berkata lagi, “Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba melompat di tempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, tapi diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya.”
Anjing kembali yang mencoba pertama kali. Dari hasil lompatannya, ternyata anjing berhasil melompat setinggi empat kali tinggi
tubuhnya. Berikutnya adalah giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi setengah dari lompatan anjing, namun ketinggian
lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Dan belalang pun menjadi pemenang untuk lomba yang kedua ini. Kali ini anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum.
“Hebat. Kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi pemenangnya belum ada. Kita masih harus mengadakan lomba ketiga,” kata si anjing.
“Tidak perlu,” jawab si belalang. “Karena, pada dasarnya pemenang dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standar perlombaannya. Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan standar perlombaannya dan kamu yang menang. Demikian pula lomba kedua saya yang menentukan, saya pula yang menang.” “Intinya adalah, kamu dan saya mempunyai potensi dan standar yang berbeda tentang kemenangan. Adalah tidak bijaksana membandingkan potensi kita dengan
yang lain. Kemenangan sejati adalah ketika dengan potensi yang kamu miliki, kamu bisa melampaui standar dirimu sendiri. Iya nggak sih?”
Cerita sederhana di atas pernah membuat saya malu pada diri sendiri. Ketika masih berumur awal 30-an tahun, betapa sering saya membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain. Membandingkan antara profesi saya dengan profesi si Anu, antara pendapatan saya dan pendapatan si Banu, antara mobil saya dengan mobil si Danu, antara kesuksesan saya dengan kesuksesan si Danu, dan seterusnya. Hasilnya? Ada kalanya muncul perasaan-perasaan negatif, seperti iri hati atau kecewa pada diri sendiri, yang menganiaya rasa syukur atas kehidupan. Namun kala yang lain muncul juga semacam motivasi untuk bisa lebih maju dan
berusaha lebih tekun agar bisa melampaui orang lain (pesaing?).
Belakangan, saya menemukan cara bersaing yang lebih cocok untuk diri sendiri. Saya mulai mengukur kemajuan saya tahun ini berdasarkan prestasi saya tahun kemarin. Saya tetapkan bahwa tahun ini saya harus lebih sehat dari tahun kemarin; pendapatan dan sumbangan tahun ini diupayakan lebih tinggi dari tahun lalu; pengetahuan yang disebarkan tahun ini ditingkatkan dari tahun silam; relasi dan tali silahturahmi juga direntangkan lebih lebar; kualitas ibadah diperdalam; perbuatan baik dipersering; dan seterusnya. Dengan cara ini, saya ternyata lebih mampu mengatasi penyakit-penyakit seperti iri hati, dengki, dan rasa kecewa pada diri. Berlomba untuk memecahkan rekor pribadi yang baru, melampaui rekor yang tercapai di masa lalu, ternyata
menimbulkan keasyikan dan rasa syukur yang membahagiakan.
Mungkin benar kata orang bijak dulu: kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, melainkan kemenangan atas hawa nafsu diri sendiri. Setujukah?
Wednesday, January 12, 2011
mematikan mesin mobil saat berhenti ternyata menghemat duit juga ya heee
Kebanyakan dari kita selalu “memanaskan” mobil di pagi hari. Supir kita juga kita beritahu untuk melakukannya. Ini mungkin karena kebiasaan orang tua kita yang lalu ditularkan. Tapi untuk jaman sekarang mobil sudah tidak perlu dipanaskan apalagi sampai lebih dari 1 menit. Lagian mesin bisa lebih cepat panas kalau dipakai sembari jalan apalagi kalau tinggal di kompeks perumahan seperti saya bisa jalan pelan keluar kompleks sambil memanaskan mobil. Lebih lagi kalau menggunakan mobil berbahan bakar bensin dimana menganggurkan mobil lebih dari 30 detik bisa sangat boros dan lebih baik mesin dimatikan. Secara rata-rata, mobil yang menganggur lebih dari 10 menit menggunakan 0.14 liter bahan bakar dan menghasilkan 90 gram gas.
Coba perhatikan berapa banyak supir-supir yang menunggu sambil menyalakan mesin plus radio dan lebih lagi AC. Kemarin juga saya baca di salah satu surat kabar yang mengiklankan penggunaan TV di mobil bahwa ada artis yang bilang dia menggunakan TV di mobil saat macet dan menunggu syuting. Mungkin dari sisi uang tidak ada artinya bagi mereka, tapi untuk kesehatan mereka sendiri, kesehatan mesin dan lingkungan juga sungguh merugikan. Kalau kita bisa menghilangkan mesin menganggur sebanyak 5 menit saja per hari, maka kita bisa menghemat sampai dengan 2 milyar ton CO2 di atmosfer.
Memang di Jakarta macet tidak bisa dihindarkan. Kalau diperhatikan, mobil kita sangat boros sewaktu jalan di kemacetan. Apalagi yang berjam-jam. Kita pun tidak bisa selalu menyalakan dan mematikan mesin. Repot juga. Banyak orang mengira bahwa mematikan dan menyalakan mesin itu boros, tapi faktanya adalah kalau mesin anda menganggur lebih dari 10 detik akan lebih boros dari itu. Kalau anda berhenti tanpa mematikan mesin dan menyalakan AC supaya dingin, maka mobil anda akan mengeluarkan 13 persen emisi lebih besar!
Jadi bagaimana? Kita harus menguranginya dari hal-hal yang lain seperti:
Jangan mengharuskan cari parkir terdekat, berputar-putar mencari parkir terdekat di toko atau mal akan menghabiskan bensin dan mengeluarkan polusi
Jangan biarkan anda atau supir anda menyalakan mesin saat menunggu
Kalau akan menunggu lebih dari 10 detik, matikan mesin anda
Beritahu ke teman-teman dan keluarga anda. Mematikan mesin menghemat uang, baik untuk mobil anda dan juga lingkungan.
Coba perhatikan berapa banyak supir-supir yang menunggu sambil menyalakan mesin plus radio dan lebih lagi AC. Kemarin juga saya baca di salah satu surat kabar yang mengiklankan penggunaan TV di mobil bahwa ada artis yang bilang dia menggunakan TV di mobil saat macet dan menunggu syuting. Mungkin dari sisi uang tidak ada artinya bagi mereka, tapi untuk kesehatan mereka sendiri, kesehatan mesin dan lingkungan juga sungguh merugikan. Kalau kita bisa menghilangkan mesin menganggur sebanyak 5 menit saja per hari, maka kita bisa menghemat sampai dengan 2 milyar ton CO2 di atmosfer.
Memang di Jakarta macet tidak bisa dihindarkan. Kalau diperhatikan, mobil kita sangat boros sewaktu jalan di kemacetan. Apalagi yang berjam-jam. Kita pun tidak bisa selalu menyalakan dan mematikan mesin. Repot juga. Banyak orang mengira bahwa mematikan dan menyalakan mesin itu boros, tapi faktanya adalah kalau mesin anda menganggur lebih dari 10 detik akan lebih boros dari itu. Kalau anda berhenti tanpa mematikan mesin dan menyalakan AC supaya dingin, maka mobil anda akan mengeluarkan 13 persen emisi lebih besar!
Jadi bagaimana? Kita harus menguranginya dari hal-hal yang lain seperti:
Jangan mengharuskan cari parkir terdekat, berputar-putar mencari parkir terdekat di toko atau mal akan menghabiskan bensin dan mengeluarkan polusi
Jangan biarkan anda atau supir anda menyalakan mesin saat menunggu
Kalau akan menunggu lebih dari 10 detik, matikan mesin anda
Beritahu ke teman-teman dan keluarga anda. Mematikan mesin menghemat uang, baik untuk mobil anda dan juga lingkungan.
Monday, January 10, 2011
mau dibawa kemana
ya Alloh,,,
sekarang adalah dimana saatnya aq mendapat perollingan lg nich...(tempat kerja)"Alloh udah tau smuanya kali!!"
gak seperti biasanya nich aq ngerasa bingung kaya gini, kalo gaya nak mudanya sich GALAU gitchu..
knapa gw ngerasa point ini gak klik bgt gitu sm hati n feel gw.
mungkin karena gw mau dipindahin ke tempat yang notabene banyak nyengnyongnya gitulah
tapi sebelumnya gw jg sich dah pernah disana.
omg smoga aja ini adalah baik bagiku,
tapi ngapain juga sich dipikirin ya,,,
hidup tuch bukan buat di pikirin mulu kan,, tapi dijalani.
yaudahlah pokoknya never giveup bozzzz,,,,,,
sekarang adalah dimana saatnya aq mendapat perollingan lg nich...(tempat kerja)"Alloh udah tau smuanya kali!!"
gak seperti biasanya nich aq ngerasa bingung kaya gini, kalo gaya nak mudanya sich GALAU gitchu..
knapa gw ngerasa point ini gak klik bgt gitu sm hati n feel gw.
mungkin karena gw mau dipindahin ke tempat yang notabene banyak nyengnyongnya gitulah
tapi sebelumnya gw jg sich dah pernah disana.
omg smoga aja ini adalah baik bagiku,
tapi ngapain juga sich dipikirin ya,,,
hidup tuch bukan buat di pikirin mulu kan,, tapi dijalani.
yaudahlah pokoknya never giveup bozzzz,,,,,,
so tired
huuuuuuuuuhhh capee,,,
kenapa memang kalo orang ngerasa cape dlm hidupnya,,
j: sepertinya gak enjoy tuch jalanin idupnya
t: sok tau lu..
j: presiden aja perlu istirahat
t: maksud lo???
j: ya apalagi lo?? cuman penghayal aneh
kalo cape istirahatlah ,, tidur sana
t: yaaa mungkin bener jg lo.
yowis gue tidur ya..
j: good idea. mening kayak gitu lg,, bagus buat perkembangan psikologis lu..
t: dasar lu, kangkung.
setiap yang dikerjakan akan terasa ringan lagi kalo kita ngerjainnya dengan senang hati,
kalo gak percaya, kalian smua cobain dech.
gini caranya :
stiap mau ngerjain tu perkara kalian smua jgn lupa berdoa dech,
dah gitu coba dech lu setting di otak lu smua ya.. this words "aku suka ini"
goodluck.. sob..
kenapa memang kalo orang ngerasa cape dlm hidupnya,,
j: sepertinya gak enjoy tuch jalanin idupnya
t: sok tau lu..
j: presiden aja perlu istirahat
t: maksud lo???
j: ya apalagi lo?? cuman penghayal aneh
kalo cape istirahatlah ,, tidur sana
t: yaaa mungkin bener jg lo.
yowis gue tidur ya..
j: good idea. mening kayak gitu lg,, bagus buat perkembangan psikologis lu..
t: dasar lu, kangkung.
setiap yang dikerjakan akan terasa ringan lagi kalo kita ngerjainnya dengan senang hati,
kalo gak percaya, kalian smua cobain dech.
gini caranya :
stiap mau ngerjain tu perkara kalian smua jgn lupa berdoa dech,
dah gitu coba dech lu setting di otak lu smua ya.. this words "aku suka ini"
goodluck.. sob..
Wednesday, October 13, 2010
waduh
nipu orang
ngisengin orang
ngebrow fb orang
bisnis bisnis nyari dana tambahan buat tambahan uang saku n dompet,,, biar kebutuhan sehari hari terpenuhi...
pengen nya itu banyak yaitu sbb :
orang yang pinter dan selalu berpikir dalam hal hal positif,
memiliki keteguhan iman dan islam yang kuat
kekasih hati yang sejalan seiman sesuai dengan hati dan perasaan,,
punya harta yang berlimpah dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain untuk hal yang positif dan diridhoi Alloh SWT. amin
ngisengin orang
ngebrow fb orang
bisnis bisnis nyari dana tambahan buat tambahan uang saku n dompet,,, biar kebutuhan sehari hari terpenuhi...
pengen nya itu banyak yaitu sbb :
orang yang pinter dan selalu berpikir dalam hal hal positif,
memiliki keteguhan iman dan islam yang kuat
kekasih hati yang sejalan seiman sesuai dengan hati dan perasaan,,
punya harta yang berlimpah dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain untuk hal yang positif dan diridhoi Alloh SWT. amin
monday is my life
yg harus disiapin:
-mental
-fisik
-smangat
-niat
harus dibawa:
-kondisi motor musti baik
-alat mandi
-pakaian ganti
-laptop
-charge hp n chargr laptop
-flasdisk
-kunci brangkass
-seragam kantor
-tempat minum
-sepatu futsal
-dvd player
-mental
-fisik
-smangat
-niat
harus dibawa:
-kondisi motor musti baik
-alat mandi
-pakaian ganti
-laptop
-charge hp n chargr laptop
-flasdisk
-kunci brangkass
-seragam kantor
-tempat minum
-sepatu futsal
-dvd player
minggu
pagi pagi bangun nya udah kesiangan,,,
diluar rumah lagi pada rame beresin halaman rumah...
ikut nongkrong diluar sambil berjemur baca koran pikiran rakyat (pr)
bunyi sms berdering,,,
sms dari si andry,,, ngjakin ngeliwet dirumahnya,,,
dibales aja buat ngeiyain
brangkat nyoblos pemilihan rt ke serbaguna
abis beres dari sana langsung krumah siandry..
belum mandi langsung pergi aja,,
nyampe di rumah si andry, dianya lagi siap siap mau brangkat.
dia mau brangkat ke rumahnya temy, mau bayar setoran pinjaman bank bri.
yaudah langsung ngikut aja nebeng pake motor nya dia, n si blacky disimpen aja dirumahnya dia.
beres dari rumah temi langsung pulang kerumahnya andry n go langsung kerumah tercinta,
dirumah ternyata masi beresin halaman, dan berencana mau bongkar kolam ikan yang ada disana.
trerpaksa ikut bantuin dan terpaksa juga ngeliwetnya di myhum,, heee
sambil kerja ngebongkar kolam sambil nungguin liwet mateng, pas udah mateng langsung santap aja
makan pada gede n rakus ha ha
but habis makan kita jadi pada ngantuk n kerjaan jd pada ditinggalin dulu,, mungkin nanti dilanjut minggu depan saja.
pergi ke cileumbu buat survei kelayakan n harga ubi, gak ngerti juga sich what the visi tapi lumayan sich jalan'' sore juga hehehe
waw pulang jln'' sore bgt sebelum magrib,,
nganterin film hachiko buat mira sambil beli obat,, so gak punya janji lg buat orang lain..
begitulah hari ini smuanya dilalui dengan perasaan masi sama saat kemarin kemarin menjalani khidupan ini,
bersyukur atas apa yang telah dirasakan slama ini, dan slalu berdoa ke pada Alloh SWT agar kita selalu diberi kekuatan dan selalu dilindungi dalam menjalankan semua perintahnya,,, dan menjauhi larangan nya,,, amin
see you tomorrow...
diluar rumah lagi pada rame beresin halaman rumah...
ikut nongkrong diluar sambil berjemur baca koran pikiran rakyat (pr)
bunyi sms berdering,,,
sms dari si andry,,, ngjakin ngeliwet dirumahnya,,,
dibales aja buat ngeiyain
brangkat nyoblos pemilihan rt ke serbaguna
abis beres dari sana langsung krumah siandry..
belum mandi langsung pergi aja,,
nyampe di rumah si andry, dianya lagi siap siap mau brangkat.
dia mau brangkat ke rumahnya temy, mau bayar setoran pinjaman bank bri.
yaudah langsung ngikut aja nebeng pake motor nya dia, n si blacky disimpen aja dirumahnya dia.
beres dari rumah temi langsung pulang kerumahnya andry n go langsung kerumah tercinta,
dirumah ternyata masi beresin halaman, dan berencana mau bongkar kolam ikan yang ada disana.
trerpaksa ikut bantuin dan terpaksa juga ngeliwetnya di myhum,, heee
sambil kerja ngebongkar kolam sambil nungguin liwet mateng, pas udah mateng langsung santap aja
makan pada gede n rakus ha ha
but habis makan kita jadi pada ngantuk n kerjaan jd pada ditinggalin dulu,, mungkin nanti dilanjut minggu depan saja.
pergi ke cileumbu buat survei kelayakan n harga ubi, gak ngerti juga sich what the visi tapi lumayan sich jalan'' sore juga hehehe
waw pulang jln'' sore bgt sebelum magrib,,
nganterin film hachiko buat mira sambil beli obat,, so gak punya janji lg buat orang lain..
begitulah hari ini smuanya dilalui dengan perasaan masi sama saat kemarin kemarin menjalani khidupan ini,
bersyukur atas apa yang telah dirasakan slama ini, dan slalu berdoa ke pada Alloh SWT agar kita selalu diberi kekuatan dan selalu dilindungi dalam menjalankan semua perintahnya,,, dan menjauhi larangan nya,,, amin
see you tomorrow...
fun
fun
smua orang pernah tau apa yang dinamakannya perjalanan hidup,,
terkadang kita merasa bahwa kehidupan yang kita jalani ini memang benar sepenuhnya bisa kita simpan didalam memory ingatan, namun hal itu tak selamanya bisa kita ingat, karena ingatan seseorang terbatas dan bersifat temporary.
saya mencoba menyimpan semua tentang kisah hidup ini dalam sebuah tulisan, mungkin tidak smuanya bisa saya curahkan dalam tulisan tulisan ini, namun setidaknya bisa saya tuliskan dan curahkan akan dua hal dalam kehidupan yaitu >> hal yang menyenangkan dan hal yang menyedihakan ''oopss kaya nya bukan menyedihkan dech,, mungkin lebih cocok nya hal yang kurang menyenangkan''
kedua hal tersebut bagi ku sangat memberikan banyak makna didalam nya, contohnya saja menyenangkan, banyak hal yang berkaitan didalamnya misalnya saja, cinta, kasih sayang, kekeluargaan, rasa suka, rasa rindu, tolong menolong, dan mungkin masih banyak bagiku hal yang berkaitan yang lain nya untuk hal menyenangkan itu.
bagiku hal yang menyenangkan sangat kuat sekali untuk di kenang ataupun di simpan dalam sebuah memory ingatan, karena hal hal seperti itulah yang sbagian besar orang memang melakukan nya seperti itu.
saturday nite
saat bunyi alarm di hp bunyi,,, itu berarti menunjukan tepat pukul tiga pagi. memang dengan sengaja aku set alarm waktu bangun tidurku pada jam tersebut. mungkin bagi kebanyakan orang itu terlalu dini untuk melakukan aktivitas, namun bagiku itu cukup. dengan alasan pada saat bunyi alarm tersebut berdering maka itulah tahap awal proses terbangunnya ruhaniah ku dari yang namanya tidur.
namun itu belum sepenuhnya aku terbangun dari tidur, karena masih ada beberapa tahapan, mulai dari tahap aku merasa kebisingan oleh bunyi itu, yang selanjutnya merasa malas untuk bangun, muncul niat untuk tidur kembali dan bahkan mematikan alaram tersebut.
namun selang berapa menit alaram itu berbunyi lagi... dan ternyata itu alaram dari hp ku yang satunya lagi, sama hal nya dengan tahapan pada perlakuan diatas tadi, dan akhirnya.... alaram kedua pun aku matikan lagi enddddd tidur lagi deh.
... kring kring kring... 30 menit setelah alaram pertama dan kedua berbunyi terdengar lagi bunyi seperti itu,,, ooww dan ternyata itu bunyi alarm dari hp ku yang ketiga,, dan itu menunjukan bahwa waktu pada saat itu ialah pukul 04.30 dini hari,,, yah untuk alarm tersebut aq ga bisa lagi memperlakukan nya seperti pada kedua hal sebelum nya,, and finally.... aku nyerah dan aku terpaksa harus bangun,, dan itu pun masi dalam keadaan terbelenggu dalam keadaan masih ngantuk tuk tuk....
oopsss lupa di ceritain perlakuan ku pada alaram hp ku yg ketiga, nah untuk yang ketiga ini aku sengaja mensiasatinya dengan menyimpan hp ku itu jauh dari tempat aku tertidur, tapi dengan kondisi volume nya dalam level maximum, sekenceng kencengnya, mungkin ketetangga sebelah pun bisa ampe kedengeran he he.. kenapa begitu coz biar aku gak bisa matiin itu bunyi alaram dan kalaupun aku mau matiin itu, konsekuensinya berarti aku harus terbangun dan berjalan menuju pintu yang harus membuat aku memang benar benar terbangun.,... and the result >>>> akhirnya bangunlah aku dari tidur itu... tepat pukul 04.00.
.... setiap hari sabtu seperti biasa aku harus kuliah,, terkadang males apalagi pas malam tadinya aku habis futsal ma temen temen kerja ampe jam sebelas malem. besoknya pasti ngantuk, pegel pegel n MANGAP (malas ngapa ngapain) yang super duper...
namun aku ga bisa dengan begitu aja ngalah pada keadaan.. tetep,,, jauh dalam benak ku masi tersimpan impian dan cita cita yang begitu besar,,, dan itu semua yang membuat aku untuk berjalan melawan smua rasa malas dan apapun itu namanya yang bisa membuatku kehilangan mimpi'' dan cita'' itu.
kulaih smester ini hanya ada dua mata kuliah, yaitu mk akutansi dan mk dasar klimatologi... tadi pas kekampus, minta ampun dosen akutansi nya ga datang, yah padahal kan lagi smangat smangat nya pengen belajar (ha ha ha ha) ya uis karena ga ada dosennya gw go to warung josh aja dech... kbetulan haus banget abis perjalanan panjang from home to campus,,,
diwarung aku nyampe skitar jam 01 siang, koz harus masuk kuliah yang kedua yaitu dasar klimatologi, dan memang dosen udah nunggu di ruang kuliah, pas gw dah masuk duduk n kluarin catatan ternyata ada yang lupa, aku gak bawa pulpen, yah kepaksa deh izin ke warung dulu buat beli pulpen,,, >>> daasar klimatologi sebenernya sih mk yang bisa dibilang mk yang materinya gak susah, koz itu mk yang ngebahas tentang lingkungan alam di sektor iklim dan sekitarnya,, cuman berhubung dosennya yang cara pembelajarannya speak n explain from book to children yaahh jadi bawaan nyah ngantuk beraaattt... gile gak ketahan uy... he he he...
beres dah kulaih nya jam stengah tiga sore,,, abis itu go to cantin teh iim jajan gorengan n jus alpuket, lapar bgt brother soalnya,,, heuuuu
kebetulan dikantin ada temen gw si angga,, temen kuliah cuman gak terlalu deket, yowis sambil ngopi sambil ngobrol aje ma dia, seperti biasa aku lebih suka nanya'' tentang lawan bicara dibanding aku nyeritain tentang diriku,, so brudul tuch si angga nyeritain tentang dirinya heheh serasa paparazi jg sich... wkwkw
lagi asyik ngobrol ada sms tuch dari si mira, soulmate ku dapet dari fb, emang dia sama sama tinggal ditanjungsari juga sich, dia blm tau gw yang asli nya dia cuman tau dari ft di fb aja,, padahal gue dah tau dia, scara pernah kwarnet yg suka dia jagain gitu,,, hehehe
emang dia orang nya gendut sich tapi cakep koq,, n kliatannya dia emang cewek yang baik,, et et muji muji gt euy jgn jgn gw suka lagi ama dia,, hee emang hooh kali ya,,, :)
cuman skarang ini gw jd ngerasa jd gak mood ma dia koz dia punya urusan lain lagi yang riweuh abiz gt loch... so gw jadi ngerasa gimana gt... kalo bisa request mah aku tuh pengen diya gak usah repot2 gtuw ,,hahaha apa hak gw coba kyk gt heuu
gw ngerasa pengen dia tuch cewek yang lebih bersifat insider n gak banyak ngurusin about universal. haha lieur ach pokoke bgitulah,,
malam minggu ini mah tulis menulis gak jelas kaya gini,,,,
harusnya satnite itu>>> love
dating
happy
smile
enjoy the beautiful night with girl frend
tapi buat gw ngungkapin cinta itu gampang yang susah itu waktu yang tepat buat nyampeinnya...
smua orang pernah tau apa yang dinamakannya perjalanan hidup,,
terkadang kita merasa bahwa kehidupan yang kita jalani ini memang benar sepenuhnya bisa kita simpan didalam memory ingatan, namun hal itu tak selamanya bisa kita ingat, karena ingatan seseorang terbatas dan bersifat temporary.
saya mencoba menyimpan semua tentang kisah hidup ini dalam sebuah tulisan, mungkin tidak smuanya bisa saya curahkan dalam tulisan tulisan ini, namun setidaknya bisa saya tuliskan dan curahkan akan dua hal dalam kehidupan yaitu >> hal yang menyenangkan dan hal yang menyedihakan ''oopss kaya nya bukan menyedihkan dech,, mungkin lebih cocok nya hal yang kurang menyenangkan''
kedua hal tersebut bagi ku sangat memberikan banyak makna didalam nya, contohnya saja menyenangkan, banyak hal yang berkaitan didalamnya misalnya saja, cinta, kasih sayang, kekeluargaan, rasa suka, rasa rindu, tolong menolong, dan mungkin masih banyak bagiku hal yang berkaitan yang lain nya untuk hal menyenangkan itu.
bagiku hal yang menyenangkan sangat kuat sekali untuk di kenang ataupun di simpan dalam sebuah memory ingatan, karena hal hal seperti itulah yang sbagian besar orang memang melakukan nya seperti itu.
saturday nite
saat bunyi alarm di hp bunyi,,, itu berarti menunjukan tepat pukul tiga pagi. memang dengan sengaja aku set alarm waktu bangun tidurku pada jam tersebut. mungkin bagi kebanyakan orang itu terlalu dini untuk melakukan aktivitas, namun bagiku itu cukup. dengan alasan pada saat bunyi alarm tersebut berdering maka itulah tahap awal proses terbangunnya ruhaniah ku dari yang namanya tidur.
namun itu belum sepenuhnya aku terbangun dari tidur, karena masih ada beberapa tahapan, mulai dari tahap aku merasa kebisingan oleh bunyi itu, yang selanjutnya merasa malas untuk bangun, muncul niat untuk tidur kembali dan bahkan mematikan alaram tersebut.
namun selang berapa menit alaram itu berbunyi lagi... dan ternyata itu alaram dari hp ku yang satunya lagi, sama hal nya dengan tahapan pada perlakuan diatas tadi, dan akhirnya.... alaram kedua pun aku matikan lagi enddddd tidur lagi deh.
... kring kring kring... 30 menit setelah alaram pertama dan kedua berbunyi terdengar lagi bunyi seperti itu,,, ooww dan ternyata itu bunyi alarm dari hp ku yang ketiga,, dan itu menunjukan bahwa waktu pada saat itu ialah pukul 04.30 dini hari,,, yah untuk alarm tersebut aq ga bisa lagi memperlakukan nya seperti pada kedua hal sebelum nya,, and finally.... aku nyerah dan aku terpaksa harus bangun,, dan itu pun masi dalam keadaan terbelenggu dalam keadaan masih ngantuk tuk tuk....
oopsss lupa di ceritain perlakuan ku pada alaram hp ku yg ketiga, nah untuk yang ketiga ini aku sengaja mensiasatinya dengan menyimpan hp ku itu jauh dari tempat aku tertidur, tapi dengan kondisi volume nya dalam level maximum, sekenceng kencengnya, mungkin ketetangga sebelah pun bisa ampe kedengeran he he.. kenapa begitu coz biar aku gak bisa matiin itu bunyi alaram dan kalaupun aku mau matiin itu, konsekuensinya berarti aku harus terbangun dan berjalan menuju pintu yang harus membuat aku memang benar benar terbangun.,... and the result >>>> akhirnya bangunlah aku dari tidur itu... tepat pukul 04.00.
.... setiap hari sabtu seperti biasa aku harus kuliah,, terkadang males apalagi pas malam tadinya aku habis futsal ma temen temen kerja ampe jam sebelas malem. besoknya pasti ngantuk, pegel pegel n MANGAP (malas ngapa ngapain) yang super duper...
namun aku ga bisa dengan begitu aja ngalah pada keadaan.. tetep,,, jauh dalam benak ku masi tersimpan impian dan cita cita yang begitu besar,,, dan itu semua yang membuat aku untuk berjalan melawan smua rasa malas dan apapun itu namanya yang bisa membuatku kehilangan mimpi'' dan cita'' itu.
kulaih smester ini hanya ada dua mata kuliah, yaitu mk akutansi dan mk dasar klimatologi... tadi pas kekampus, minta ampun dosen akutansi nya ga datang, yah padahal kan lagi smangat smangat nya pengen belajar (ha ha ha ha) ya uis karena ga ada dosennya gw go to warung josh aja dech... kbetulan haus banget abis perjalanan panjang from home to campus,,,
diwarung aku nyampe skitar jam 01 siang, koz harus masuk kuliah yang kedua yaitu dasar klimatologi, dan memang dosen udah nunggu di ruang kuliah, pas gw dah masuk duduk n kluarin catatan ternyata ada yang lupa, aku gak bawa pulpen, yah kepaksa deh izin ke warung dulu buat beli pulpen,,, >>> daasar klimatologi sebenernya sih mk yang bisa dibilang mk yang materinya gak susah, koz itu mk yang ngebahas tentang lingkungan alam di sektor iklim dan sekitarnya,, cuman berhubung dosennya yang cara pembelajarannya speak n explain from book to children yaahh jadi bawaan nyah ngantuk beraaattt... gile gak ketahan uy... he he he...
beres dah kulaih nya jam stengah tiga sore,,, abis itu go to cantin teh iim jajan gorengan n jus alpuket, lapar bgt brother soalnya,,, heuuuu
kebetulan dikantin ada temen gw si angga,, temen kuliah cuman gak terlalu deket, yowis sambil ngopi sambil ngobrol aje ma dia, seperti biasa aku lebih suka nanya'' tentang lawan bicara dibanding aku nyeritain tentang diriku,, so brudul tuch si angga nyeritain tentang dirinya heheh serasa paparazi jg sich... wkwkw
lagi asyik ngobrol ada sms tuch dari si mira, soulmate ku dapet dari fb, emang dia sama sama tinggal ditanjungsari juga sich, dia blm tau gw yang asli nya dia cuman tau dari ft di fb aja,, padahal gue dah tau dia, scara pernah kwarnet yg suka dia jagain gitu,,, hehehe
emang dia orang nya gendut sich tapi cakep koq,, n kliatannya dia emang cewek yang baik,, et et muji muji gt euy jgn jgn gw suka lagi ama dia,, hee emang hooh kali ya,,, :)
cuman skarang ini gw jd ngerasa jd gak mood ma dia koz dia punya urusan lain lagi yang riweuh abiz gt loch... so gw jadi ngerasa gimana gt... kalo bisa request mah aku tuh pengen diya gak usah repot2 gtuw ,,hahaha apa hak gw coba kyk gt heuu
gw ngerasa pengen dia tuch cewek yang lebih bersifat insider n gak banyak ngurusin about universal. haha lieur ach pokoke bgitulah,,
malam minggu ini mah tulis menulis gak jelas kaya gini,,,,
harusnya satnite itu>>> love
dating
happy
smile
enjoy the beautiful night with girl frend
tapi buat gw ngungkapin cinta itu gampang yang susah itu waktu yang tepat buat nyampeinnya...
Friday, September 4, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)